responsive.txt

Gowa — Puluhan warga Kel.Romang Lompoa Kec.Bontomarannu Kab.Gowa keluhkan sawahnya gegara genangan air yang mengakibatkan kerugian bagi warga yang siap panen.

Genangan air itu terjadi akibat derasnya hujan dan lambatnya di buka pintu bendungan Kajenjeng Kel.Romang Lompoa yang sebenarnya harus cepat dibuka sehingga tidak terjadi genangan air yang begitu besar di beberapa persawahan warga.

Beberapa warga yang ditemui mengaku kecewa,karena tanaman padi yang siap panen terhambat akibat genangan air tersebut.

Salah satu warga yang bernama Hamsah dari Kel.Romang Lompoa yang mengaku sebagai ketua kelompok tani mengatakan,”Jelas ini merugikan petani,karena tanaman padi yang siap panen terendam oleh air,sebab terlambatnya di buka pintu air Bendungan Kajenjeng,”Katanya kepada awak media saat di konfirmasi,pada Rabu (21/10/2020).

responsive.txt

“Harapan Kami,bagaimana orang-orang yang ada di bendungan dan pemerintah yang terkait dapat mengatasi air tersebut sehingga komunikasinya dengan para petani dapat terjalin dengan baik,”tambahnya.

Sementara itu,saat tim investigasi media ini mengunjungi penjaga bendungan kajengjeng Soe Daeng La’lang dan mengaku sudah hampir 40 tahun menjaga bendungan tersebut mengatakan,”sebelumnya saya buka pintunya setinggi 1 meter,sekarang sudah terbuka 2 pintu,kalau aturan duluh itu kalau airnya 250 tingginya harus dibuang,apalagi airnya ini dipakai juga PDAM yang dibawah,”Kata Soe Daeng La’lang.

Dikonfirmasi terpisah,Najamuddin Daeng Siala sebagai juru mengatakan,”Sudah dikasi tau itu Daeng La’lang dari kemarin namun alasannya dia mau liat keadaan air duluh karena memang PDAM juga butuh disana,satu di Sailong satu di Makassar yang di Nipa-nipa,”jelas Najamuddin Daeng Siala.

“Dari tadi malam kayaknya itu nabuka,karena tidak mungkin sampai disana na langsung kering begitu,adaji fotonya sama saya.Artinya tidak mungkin tadi pagi nabuka nalangsung kering begitu air,pasti kan proses ada waktu kan ? begitu.Kah tidak mungkin baru tadi pagi na buka na langsung kering begitu,kah memang baru toh,”tutup Najamuddin Daeng Siala.

(TIM)

responsive.txt
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *